Rabu, 30 November 2016

Tolong Pahamilah!!! Jika Aku Terdiam & Marah, Bukan Berarti Aku Berhenti Mencintaimu

Tolong Pahamilah!!! Jika Aku Terdiam & Marah, Bukan Berarti Aku Berhenti Mencintaimu

Dalam menjalani sebuah tali ikatan cinta tentu sebuah konflik dan perselisihan itu mesti ada, dan ini sangatlah fitrah dalam menjalani hubungan. Hal inilah yang dinamakan romantika asmara yang harus Anda jalani bersama. Ketika dua insan memutuskan untuk memilih satu jalan yang sama, sulit untuk menghindari kerikil dan bebatuan yang ada. Suka tak suka, mau tak mau semua itu harus dilewati bersama untuk mencapai tujuan yang satu "kebahagiaan".

Apabila saat ini hubunganmu sedang mengalami cek-cok, atau ada sebuah perselisihan yang kalian berdua hadapi, jangan sampai itu jadi alasan untuk saling membenci satu sama lain. Justru jadikan itu bagian untuk bisa saling mendewasakan diri dan membuat hubungan makin erat dan harmonis. Rasa marah kadangkala terjadi bukan karena ada rasa benci tapi proses untuk bisa lebih saling memahami.


#Kemarahan yang Ada Jadi Tanda Kalau Ada Sesuatu yang Harus Diselesaikan Bersama

Kemarahan itu bisa muncul karena ada sumber pemicu. Dan penyebab itulah akar masalahnya. Kamu jadi tahu kalau ada masalah yang harus diselesaikan. Sehingga bersamanya kamu akan mencari jalan keluarnya. “In love, it is better to know and be disappointed, than to not know and always wonder.” - Michael S. McKinney

Akan jauh lebih baik bagimu untuk merasa marah dan kecewa daripada emosi yang ada hanya dipendam tanpa diluapkan. Semakin ketahuan sumber masalahnya, semakin cepat konflik yang ada untuk diselesaikan bersama. Tak perlu ada


prasangka buruk atau saling menyalahkan satu sama lain. #Rasa Marah Itu Jadi Bukti Kalau Komunikasi Bisa Lebih Saling Terbuka


Dirimu dan dirinya kini bisa saling mengungkapkan kemarahan dan kekesalan masing-masing. Di sisi lain mungkin itu jadi hal yang menyakitkan apabila diungkapkan. Tapi di sisi yang lain, hal itu bisa jadi pertanda kalau komunikasi yang terjalin sudah lebih terbuka. Kamu percaya kalau pasanganmu juga akan membantumu ketika kamu menunjukkan masalah yang ada. Ada kepercayaan dan komitmen yang sudah kamu bangun dalam hubungan itu, sehingga kalau ada masalah kamu tak menyembuny
ikannya lagi.

#Ada Warna Baru yang Dibutuhkan dalam hubunganmu

Kemarahan itu bisa muncul karena berbagai macam sebab yang menjadi sumber pemicu. Namun, satu hal yang pasti, kamu dan dia sedang sama-sama berproses ketika muncul konflik atau perselisihan. Disini Anda akan berproses untuk jadi lebih dewasa dan bijaksana. Berproses untuk membuat hubungan tetap langgeng dengan berbagai warna baru yang lebih indah. "Love is a renewable resource” - Blanshard & Blanshard.

Konflik dan pertengkaran itu semacam sinyal. Sinyal yang menyadarkanmu kalau ada warna baru yang perlu ditambahkan dalam hubunganmu. Perlu sesuatu yang baru agar sama-sama bisa kembali bahagia berdua. Tak perlu saling menyalahkan atau malah merugikan satu sama lain. Juga tak ada yang kalah atau menang.

Ingatlah. Marah bukan berarti saling membenci atau berhenti mencintai. Mungkin itu hanya jeda untuk bisa mengingatkan kita betapa berharganya seseorang yang kita sayangi tersebut. Mungkin itu juga jadi pengingat kalau tak ada diri kita yang lebih sempurna dari yang lain. Setiap hubungan pasti ada masalahnya sendiri-sendiri, tinggal bagaimana kita sama-sama menyikapi itu semua dan mencari jalan keluar terbaik demi terciptanya tujuan bersama. (Bersambung) Share Artikel ini bila dirasa bermanfaat untuk semua.a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar